31/07/13

Apa maksudnya?

Entah mana yang lebih menyakitkan, menunggumu tanpa kepastian atau mempersatukanmu dengannya.
Dia, orang yang kamu beri harapan yang sama sepertiku namun memiliki keberanian  lebih dibandingkan aku, nasibnya sedikit lebih beruntung.  Mungkin dia lebih penyabar dibandingkan aku? Aku rasa tidak. Dia wanita kuat. Dia bersedia menutup hatinya untuk orang lain hanya demi menunggu kamu yang tak pasti kapan datangnya. Matanya seakan tertutup untuk laki-laki sempurna sekalipun. Yang ia tau hanya kamu. Tak peduli sekecil apapun kesempatannya, tapi ia tetap menunggumu. Tidak sepertiku, aku memang menunggumu kembali, tapi hidupku tak benar-benar kosong. Ada orang lain yang mengisi hariku, seseorang yang tetap sabar menghadapiku, seseorang yang rela aku sakiti, tapi aku memilih untuk melepasnya. Aku memang salah, mungkin seseorang itu hanya pelarian, aku tak tau.
Kamu, kapan kamu akan kembali? Mengapa kesempatan untukku semakin sempit?
Kamu datang lagi ke kehidupanku, kamu datang lagi membawa semua harapan itu. Tapi semuanya samar-samar, bahkan hampir tak tampak. Kamu tau seberapa tersiksanya aku? Terlebih lagi dengan datangnya ‘mereka’. Wanita-wanita yang juga mengharapkan kedatanganmu. Entahlah, sebutan apa yang pantas untukmu, pemberi harapan palsu mungkin?

***

Aku seakan mencabik-cabik hatiku sendiri. Ya, wanita itu. Sosok yang tak berapa lama ini aku kenal.  Wanita yang aku pikir akrab denganmu, dia wanita yang beruntung, lebih beruntung dari aku.
Seringkali dia bercerita tentangmu, baik dan burukmu, semuanya. Hal yang sebenarnya sudah aku ketahui bahkan melekat diingatanku. Dia bercerita seakan dialah orang yang paling tau tentangmu, dialah wanita yang selalu kamu beri pujian. Dengan senyumku yang terkesan memaksa, tidak jarang aku menanggapi setiap omongannya. Dari situlah aku mulai berniat untuk menyatukan kamu dengannya, sakit memang, tapi sudahlah ini jalan yang kupilih. Disaat aku sangat-sangat membutuhkanmu, aku justru semakin menyemangatinya untuk tetap berjuang mendapatkanmu. Entah mana yang lebih menyakitkan menunggumu tanpa kepastian atau mempersatukanmu dengannya.
Sesakit inikah mengenal dan mencintaimu? Setiap hari aku harus berhadapan dengannya, mendengar semua keluh kesahnya tentangmu. Orang-orang bilang aku terlalu baik, terlalu kuat, apalah itu. Aku sendiri tak mengerti apa yang sebenarnya aku lakukan. Aku seperti membuka jalan yang lebar untuk pesaingku.
Hari itu kamu datang setelah aku bercerita kepada seseorang yang telah ku anggap sebagai kakak. Aku tau dia menyampaikan apa yang ku ceritakan tentangmu. Ya, lagi-lagi kamu datang. Dan saat itu aku merasa seperti bukan aku yang sedang menunggu kepastian, tapi justru sebaliknya, kamu yang menunggu kepastian dariku.
Aku melepasmu, aku merelakanmu seolah aku telah putus asa walaupun sebenarnya tidak. Aku bilang aku akan melupakanmu, tidak akan mengingatmu lagi, barang-barangmu yang masih “tertinggal” di aku sempat ingin ku kembalikan. Tapi aku tidak mengerti, kamu seperti menahanku dan memintaku untuk tidak menjauh. Apa maksudnya?
Tapi aku tetap memilih jalanku. Kenyataannya selama ini juga kita hampir tidak pernah berkomunikasi. Jadi apa gunanya kamu menahanku dengan alasan tidak ingin kehilangan seorang teman?
Tak berapa lama setelah itu, aku mendengar kabar itu. Kabar yang selama ini aku tunggu atau mungkin aku takutkan, entahlah. Kamu akhirnya jadi miliknya, milik wanita itu, teman akrabku..
Aku tidak tau apa yang seharusnya aku rasakan, ini yang aku inginkan, mempersatukan kamu dengan dia. Aku senang karena akhirnya kalian bersatu. Tapi tetap saja ada sesuatu disini ; hatiku.

Kamu terlihat sangat menyayanginya, apapun yang dia lakukan kamu ingin selalu menjaganya. Sekali lagi, dia telah selangkah lebih beruntung dari aku.

26/07/13

Lihat wajah kamu hari ini itu rasanya luar biasa.
Mungkin sepele, tidak istimewa. 
Tapi apakah ada yang tau sebagaimana aku merindukan wajah itu?
Apa ada yang tau aku menantikan saat-saat itu?
Aku masih disini. Aku tidak ingin kemana-mana. aku tidak ingin jauh.
Kamu 

25/07/13

You're the reason why I stay
You're the one who cannot believe
Our Love will never end

Is it only in my dreams?
You're the one who cannot see this
How could you be so blind?

To be with you is all that i need
Cause with you, my life seems brighter 
and these are all the things i wanna say

I will fly into your arms
and be with you till the end of time
Why are you so far away?
You know it's very hard to me
to get myself close to you~

[Ten2Five - i will fly]

Catatan Malam duapuluhlimajuli

Hey, Mas  J
Malam ini, apa kamu tau sebagaimana susahnya aku memejamkan mata? Kembali aku diingatkan dengan sosok bayangmu.
Aku menangis, aku menangis mengingatmu. Aku merasakan satu hal yang menyakitkan dihatiku, satu hal yang masih ganjal. Susah untuk lepas dari semua ingatan tentangmu.
Ku buka satu persatu foto tentangmu, aku bertanya-tanya. Mengapa aku tidak seberuntung mereka? Mengapa aku hanya bisa memilikimu sesaat? Dan itupun tanpa pernah menatapmu lama, tanpa pernah memandang wajahmu dengan penuh arti. Hanya untuk berfoto bersamamu saja aku tidak bisa.
Apa tujuan ini semua? Aku tidak mengerti. Untuk apa kamu datang kalau Cuma untuk sesaat?
Kapan kamu kembali?

Beberapa hari ini aku tidak melihatmu lagi. Mungkin biasanya aku menghindar untuk menatapmu jika tak sengaja bertemu. Tapi sekarang aku mencarimu. Hanya untuk melihat wajahmu di pagi cerahku..

20/07/13

Aku masih merindukanmu .

Entah mengapa aku masih merindukanmu. Aku tak ingat jelas kapan kamu memilih untuk memutuskan hubungan antara aku dan kamu, hubungan kita. Karena aku memang tak ingin mengingatnya bahkan tak pernah ingin hal itu terjadi.
Bagaimana mungkin aku bisa melupakan segalanya. Singkat memang. Kita tidak pernah melakukan hal yang biasa disebut "nge-date" atau sejenisnya. Aku hanya ingat kita berpapasan muka dan mengucapkan beberapa kata di warung nasi goreng favoritku. Hanya itu.
Komunikasi yang paling sering kita lakukan hanya saling berbalas pesan singkat, itupun biasa-biasa saja. Flat. Tapi semuanya mempunyai makna. Mempunyai cerita dan ruang tersendiri disini *hatiku, dan itulah yang sampai saat ini tak bisa hilang dari ingatanku.
Perasaanku justru semakin kuat tiap harinya. Ditambah lagi aku bersekolah di tempat yang sama denganmu. Dimana tiap harinya aku selalu tanpa sengaja melihatmu. Entah apa yang membuat penglihatanku terhenti tepat saat melihatmu. Bahkan tak jarang kita tak sengaja saling menatap.

Kamu tau? Tiap kali aku melihatmu aku semakin ingat semuanya, candamu, suaramu, segala yang aku tau tentangmu. Bahkan hanya dengan melihat teman-temanmu saja itu sudah cukup membuatku teringat. Aku merindukanmu..

Apa kamu merasakan hal yang sama? Aku tidak yakin.
Aku tidak berani menerka-nerka apa sebenarnya isi hatimu.

Sayangnya aku tidak bisa melihatmu selama yang aku mau.
Kamu murid kelas XII sedangkan aku murid kelas X. Waktu yang singkat untuk kita ='D

Aku ingat kata-kata itu, kata-katamu yang sempat membuatku tertawa,
"ciee bentar lagi kuliah, mau kuliah dimana? Disini aja yah, gausa jauh-jauh."
"Hahaha.. kalo kuliah disini ntar kamu aku kasi makan apa?" 
Kamu menggodaku waktu itu..
Hahaha tapi sudahlah, kenyataannya yang terjadi hubungan kita hanya berjalan sekitar 3 minggu. 
Kamu tidak perlu lagi memikirkan apa yang bisa kamu berikan untukku nantinya. Karena nyatanya aku bukan milikmu lagi. 


Tidak,, kamu yang bukan milikku, karena aku masih berdiri disini untuk jadi milikmu. 

Entahlah, apa memang kita bukan pasangan yang cocok? Aku tidak pernah tau.

***

Aku merindukanmu, hari ini, hari berikutnya dan hari berikutnya lagi sampai seterusnya sampai engkau kembali atau mungkin sampai aku berhasil melupakanmu sebagai laki-laki yang aku cintai..

27/05/13

Daisy

Cintaku hanya sebuah mimpi
Semua itu begitu dekat denganku
Tapi semua itu ku lakukan

Hanya melihatmu tanpa berbicara
Di kota orang asing ini
Aku hidup hari demi hari melukis cinta
Menunggu dan berharap kau akan berada disini
Dengan aroma bunga daisy

Tapi terlambat sekarang
Aku akhirnya mengenalimu
Tapi mungkin kita tidak ditakdirkan untuk bersatu

Aku tak pernah ingin membiarkan cinta ini terbang jauh
Tapi aku minta maaf
Aku harus pergi
Denganmu masih bernapas disini ..

08/05/13

Kalian Takkan Mengerti.



     Suatu malam yang dihiasi oleh rintik hujan. Membawa hawa dingin yang merasuki tubuh. Kadang datang perlahan, namun tiba-tiba menyerang dengan derasnya.
          Aku terhenti oleh pikiranku sendiri. Entah, ini perasaan sesal, sedih, bimbang, takut, atau apa aku pun tak mengerti. Malam ini secara tiba-tiba mengembalikan semuanya. Seakan-akan aku kembali ke masa-masa dulu yang pernah ku lewati. Semuanya terlintas dengan jelasnya dipikiranku. Perasaan ini sangat menyiksaku.
          Kerasnya suara genting yang terbentuk oleh derasnya hujan semakin menusuk-nusuk jiwaku. Aku bertanya-tanya, apa yang membuat semuanya kembali teringat?
          Ini perasaan sesal, juga takut. Mengapa semuanya pergi begitu saja setelah mereka telah merusakkan sesuatu, tanpa bisa mengembalikannya seperti semula. Apakah mereka memang ditakdirkan hanya untuk mencoba-coba? Apakah mereka mendekati hanya untuk memiliki? Tanpa ingin tahu lebih dalam, tanpa ingin mengerti, tanpa ingin masuk lebih dalam. Namun setelah mereka mendapatkannya, setelah mereka puas, mereka akan melepaskan begitu saja. Memang, mereka masih menyapa, mereka masih tetap ada. Tapi mereka melupakan segalanya dengan begitu mudah.
          Aku menyesal, sangat-sangat menyesal. Mengapa aku membiarkan perasaan itu meracuni pikiranku. Mengapa aku membiarkan ego mengalahkan diriku sendiri. Mengapa aku terpancing oleh kepuasanku. Mengapa aku tak dapat menahan diriku. Semua itu akhirnya membuat aku tersiksa. Ya, karena ulahku sendiri. Penyesalan dan semua ingatan-ingatan itu memang tidak selalu hadir. Namun sekali saja mereka datang, rasanya sangat-sangat menyakitkan, sangat menyiksa, menenggelamkan segalanya, menjerumuskan ke pikiran-pikiran yang pedih.
          Kadang, mereka akan kembali. Dengan alasan menyesali segala hal yang telah mereka lakukan sehingga menyakiti. Mereka akan melakukan segala cara untuk mendapatkan kembali apa yang dia inginkan. Tanpa berpikir, apakah yang mereka inginkan itu bisa mereka dapatkan begitu saja. Tanpa ingin tahu, rasa sakit itu masih membekas atau tidak. Tanpa tahu, kalau goresan yang mereka buat telah melekat secara permanen. Tanpa tahu, apa yang telah mereka perbuat telah menimbulkan rasa sakit, rasa takut yang luar biasa menyiksa. Yang mereka inginkan hanya mendapatkannya kembali dengan mudah.
          Terkadang mereka rela mempermalukan diri sendiri, karena mereka akan melakukan apa saja yang mungkin dapat meluluhkan dan memberikan kembali.
          Semua tergantung pada masing-masing diri, jika aku terjebak lagi, jika aku berhasil luluh, maka mereka akan bersorak gembira. Mereka merasa puas karena telah mendapatkan apa yang mereka inginkan. Namun, kepuasan itu membuat mereka lupa akan perkataan yang pernah terucap, janji-janji palsu yang telah mereka ikrarkan. Untuk tidak mengulangi kesalahan dimasa lampau. Apa yang terjadi? Lambat laun itu semua terjadi kembali. Rasa sakit itu datang lagi, mungkin sama atau bisa jadi lebih sakit… dan akhirnya akan dilepaskan kembali..
          Lain halnya jika mungkin diri bisa menahan, bisa membayangkan apa yang mungkin akan terjadi. Sekeras apapun usaha mereka, bagaimanapun mereka merendahkan diri. Semua itu takkan mampu membuat semuanya kembali. Mengobati luka yang telah tertimbun, tertancap dalam. Mereka mungkin akan berusaha lebih keras, memohon, membujuk, bahkan menjebak. Sejenak diri sedikit terkoyah, namun ketika rasa sakit yang pernah dialami terbersit dalam ingatan, hati akan berpijak lebih kuat lagi. Ada rasa ingin mencoba kembali, namun rasa itu segera terkubur oleh harapan agar merasakan kebebasan yang lain. Terkadang mereka membingungkan, mereka menjadi hitam putih yang semula menyerah namun datang meyakinkan kembali. Jika mereka tidak mendapat respon yang lebih, mereka justru menjebak, mencampakkan, melempari kesalahan, bahkan memutarbalikkan fakta. Dan itu membuat diri merasa tertekan.
          Begitu membingungkan….
Menentukan keputusan yang benar-benar tepat, itulah yang menjadi tantangan. Apakah ingin mencoba hal yang baru, atau kembali lagi dengan kemungkinan akan memulai kisah baru atau terjerumus dalam lubang yang sama ….

27/04/13

DIA part 2 (Dia Tergolek Lemah)


Aku kembali menuliskan kisah tentangnya, tentang dia yang hadir lagi di kehidupanku.
Sejak hari itu, hari dimana dia datang memberikanku rasa bahagia dihari istimewaku, ingatanku tak pernah lepas darinya. Bahkan aku mengabaikan sosok laki-laki yang sedang berstatus menjadi kekasihku.
Aku mendengar kabar bahwa dia sedang dirawat di rumah sakit. 
Mendengar berita itu hatiku terasa remuk, aku ingin berteriak, ingin menangis sekencang-kencangnya, ingin berlari, ingin segera melihatnya. Sejak aku mendengar berita itu, mulai hari itu, pikiranku kacau, hari-hariku terisi oleh pikiran-pikiran yang tak jelas, pikiran yang seolah mencekikku, aku ingin segera bertemu dengannya.
--
Tuhan mendengar do’aku, aku diantarkan untuk bertemu dengannya, melihatnya, merawatnya, ya itu yang ku mau.
Kulangkahkan kakiku perlahan menuju ruangan itu, ruangan tempat ia dirawat. Beberapa langkah, akhirnya aku sampai di tempat itu. Perasaanku tak menentu, menduga-duga apa yang akan kulihat di dalam sana, apakah seseorang yang sedang tergolek lemah tak berdaya, apakah seseorang yang membutuhkan kasih sayang, atau tatapan sinis yang tak pernah mengharapkan kehadiranku.
Ku buka pintu perlahan, dan aku melihatnya. Benar saja, aku melihat wajah itu, wajah yang selama ini ku rindukan, wajah yang entah berapa lama tak pernah kulihat secara jelas. Kini aku melihatnya tanpa perantara sedikitpun.
Perasaanku bercampur..
Aku senang, tapi hatiku perih. Dia sangat lemah, terbaring dengan wajah pucat, kulihat selang infus terpasang ditangan kirinya. Tak sanggup aku melihat keadaannya.
Entah apa yang ada di otakku malam itu, tanpa sadar aku membawa diriku untuk mendekatinya, dengan berani aku duduk disampingnya, menanyakan keadaannya, bahkan berusaha memberikannya obat.
“dia tidak mau minum obat dari kemarin, susah sekali.”
Begitu kata mereka yang ada di ruangan itu. Mungkin Tuhan mengizinkanku untuk meringankan bebannya. Tuhan memberiku jalan melalui kejadian malam itu.
Akhirnya aku berhasil membujuknya untuk meminum obat. Malam itu aku berhasil membuatnya tidur nyenyak. Tidak ada pikiran yang terlintas di benakku. Hanya perasaan lega melihat dia sedikit lebih baik. Karenaku? Mungkin saja..
Jam besuk berakhir. Aku pamit pulang.
“permisi, kami pamit pulang. Sudah malam.” Pamitku bersama seseorang yang berbaik hati menemaniku.
“Oh iya. Besok datang lagi ya. Dia tidak mau minum obat kalau bukan kamu yang memberinya. Datanglah sebentar untuk memeriksa apakah dia sudah makan dan minum obat.”
Begitu pesan seseorang di ruangan itu.. Pesan yang menurutku harus aku penuhi.
Aku mengiyakan permintaan itu. Keesokan harinya aku datang lagi, esoknya lagi, dan seterusnya. Aku datang untuk melihat keadaannya. Setiap aku datang, selalu aku yang memberinya obat. Aku senang bisa menjadi salah satu orang yang penting disuasana seperti ini.
Suasana itu pun menjadi sarana bagiku untuk menjalin keakraban dengan keluarganya. Betapa bahagianya aku.
Sungguh, aku berharap tak ada lagi yang merusak hubungan ini. Jangan lagi ada hari buruk setelah ini.
Cepatlah sembuh,, jalani kehidupan seperti biasanya.
Aku menyayangimu, selalu :”

DIA part 1 (Dia Datang Lagi)


Aku pikir, aku sudah lupa. Aku yakin, pikiran dan rasa ini sudah kubuang jauh, jauh sekali. Mungkin saja diterkam binatang buas atau terbawa arus. Tapi, pikiran itu seketika hilang setelah dia datang lagi. Tanpa aku duga sebelumnya. Em, tapi mungkin ‘sedikit’ aku harapkan.
Esok adalah hari istimewaku, hari dimana aku mendapati diriku setingkat lebih dewasa. Bodohnya, hari itu aku memikirkannya, mungkin karena aku teringat hari ulangtahunku yang kurang lebih 2 tahun yang lalu aku lalui bersamanya. Aku berpikir, tak mungkin dia datang dan memberiku ucapan selamat, bahkan aku tidak yakin dia masih ingat hari ulangtahunku. Tidak seperti aku yang selalu ingat apapun tentang dia, aku tidak mau melupakan segala hal tentang dia, tidak sedikitpun. Bahkan jika aku mau, aku mungkin tidak akan sanggup.
Hari yang kunanti-nantikan tiba,
Ucapan selamat berdatangan menghampiriku melalui pesan singkat. Aku senang, ya tentu saja. Karena aku tau, banyak orang yang peduli padaku. Orang-orang istimewaku pun datang untuk memberiku kejutan. Seseorang yang sedang berstatus menjadi pacarku, ya dia juga datang memberiku suatu kejutan istimewa bersama teman-temannya yang sedikit membuatku kurang nyaman berlama-lama di tempat itu. Aku senang, senang sekali, but I don’t excited. Sedikitpun tidak. Aku makin menyayanginya? Entahlah.
Seharian itu aku menjalani hari bersama sahabat-sahabatku. Mungkin aku tidak lagi memikirkan seseorang yang kusebut dia. Tapi, aku masih mengharapkan kedatangannya. Pengharapanku semakin memuncak ketika kulihat bulan dan bintang bersiap-siap ingin menggantikan matahari yang seharian menyinari hariku.
Aku masih berharap. Dia memang bukan yang pertama hari itu, tapi masih ada harapan untuk dia menjadi yang terakhir. Aku yakin akan hal itu. Aku tak peduli orang-orang yang berusaha menghancurkan semangatku. Persetan dengan omongan-omongan itu! Dia pasti datang, dia mengingatnya, dia akan jadi yang terakhir. Sama seperti cerita hidupku yang kuharapkan dia menjadi penutupnya.
Hari itu hampir berlalu, tinggal beberapa jam saja. Tak ada lagi hal menarik yang bisa kulakukan. Aku hanya diam, merenung, membiarkan sejuta pikiran tak menentu berkecamuk dibenakku. Aku tak peduli, aku biarkan mereka. Aku biarkan waktu berlalu begitu saja.
Saat aku berusaha keras memejamkan mata. Aku tiba-tiba dikejutkan dengan ponselku yang berdering menandakan satu pesan masuk. Aku melihat jam yang menempel di dinding kamarku menunjukkan pukul 23:55. Aku buru-buru membukanya dengan harapan orang itu adalah dia.
Dan ternyata,,
Dugaanku benar. Ah, betapa bahagianya aku. Aku merasakan dihatiku seperti, balon-balon yang diledakkan, tiupan-tiupan terompet. Entahlah, susah kuungkapkan. Aku benar-benar bahagia! Impianku terwujud. Dia datang, ini bukan sekedar mimpi dihari ulang tahun. Tapi ini benar-benar nyata. Bukan sebuah cerita karangan yang aku khayalkan.
Meskipun hanya melalui pesan singkat, meskipun aku tidak melihat senyumannya yang selalu membuatku tersihir. Aku merasa sangat-sangat bahagia. Pembicaraanku terus berlanjut, aku tak menyangka dia mengingat hari itu. Aku juga tak menyangka dia mau menyambut obrolan-obrolanku. Haha entahlah.. aku terlalu bahagia hari itu.
Kebahagiaan itu terus berlanjut dan kubawa ke dalam mimpiku yang indah.
Terimakasih Tuhan, terimakasih telah mendatangkannya. Terimakasih DiaJ


16/03/13

Siapa Yang Salah?

Aku dan cintaku
Dia dan cintanya
Aku mencintainya dan aku lelah
Sedikit nakal aku bermain dalam kejenuhanku
Mencoba meramba pelan mencari sesuatu yang baru
Sesuatu yang membuatku menenggelamkan bosanku
Jika seperti ini, siapa yang bersalah?
Aku dan kelelahanku, atau dia yang membuatku lelah?
Aku dan kejenuhanku, ataukah dia yang membuatku jenuh?
Aku sakit namun tak sanggup untuk berpaling
Aku lelah namun tak sanggup untuk pergi
Aku terluka namun aku mencinta
Mencinta pada dia
KEKASIH JIWA YANG MEMBUATKU LELAH...

Apa yang bisa dikatakan lagi jika hati mulai menatap lebih jauh?
Ketika tempat berpijak tak sanggup atau mungkin tak mau lagi menopang, apa salah mencari pijakan yang lain?
Aku hanya ingin seseorang mendampingiku, menopangku. Karena bisa saja aku lengah, bisa saja aku jenuh, dan lemah menghadapi dunia yang penuh misteri ini...
Entah apa rencana Tuhan untukku kali ini, sehingga DIA enggan melepas rasa yang melekat dihatiku. Yang tak bisa aku lepaskan meski seribu pedang menyayatku sekalipun.

---

Ujian Praktek gueeeee.....


Helooow... aku mo ngasi kabar ya kalo aku baik-baik aja, xixixi:D .Cuma lagi sibuk-sibuknya mo ujian ni. Do'ain yeee :)

"keseruannya a day musician. cekidot! :))"









Pak Teguh :'

















  Pak Guru {} . Makasih udah ngajarin kami, Pakk :) [Pak Wawan]

















What do you think about us? What do you think about me? About my expression? about my style? all about us?

02/03/13

Apakah aku sudah benar merasakan?

Aku kembali lagi memberanikan diriku untuk masuk ke dunia itu. Dunia yang membuat banyak orang gila karenanya, membuat orang tidak lagi menggunakan logikanya untuk berpikir, dunia yang membuatku merasakan suatu hal yang aneh dan susah untuk dijelaskan.

Ya.. Rasa yang mempertemukanku dengan seseorang yang berhasil menarik perhatianku. Yang membuatku berhasil jatuh ke pelukannya. Walaupun aku tau, banyak yang mengecamku. Walaupun aku tau, jika semuanya terungkap aku akan mendapatkan resiko besar. Tapi aku memutuskan untuk bersamanya.
Lelaki yang sempat aku lihat beberapa waktu lalu, secara tak sengaja aku memandangnya. Entah, saat itu ia memerhatikanku atau tidak. Aku tak tau jelasnya, namun sepertinya saat itu dia membuatku tertarik. 

Saat itu aku tidak menggubris perasaanku, aku tidak peduli. Bahkan aku berpikir ini hanya perasaan biasa. Namun, saat aku melihatnya, aku bahkan dengan beraninya mengatakan bahwa aku bisa memilikinya, Lelaki itu. Padahal jelas, namanya saja aku tak tau. 

Selang beberapa waktu, aku mendapatkan informasi tentangnya, aku tau namanya. Ternyata dia bukanlah orang yang jauh. Dia dekat, dekat denganku.. Sejak saat itu aku sering bertemu dengannya, sering berpapasan dengannya, bahkan mata kami kerap kali berpapasan. 

Aku tak tau, apakah dia ingin tau tentangku atau tidak. Apakah dia peduli denganku atau tidak. 
Hari demi hari berganti, aku sempat melupakan perasaanku. Aku menemukan laki-laki lain yang mampu mengisi hari-hariku, yang ada saat aku butuh, yang benar-benar baik untukku. Aku benar-benar lupa padanya. Aku bahkan tidak ingin tau lagi tentangnya. 

***
Tuhan mengatur semuanya.. Waktu mempertemukan kami kembali. HIngga akhirnya Tuhan mempersatukan kami. Aku dan dia menjalin hubungan.

Semuanya terasa indah, menurutku dia berbeda. Dialah yang aku inginkan. Dia yang istimewa, dia yang aku butuhkan. Dia yang mengajariku banyak hal. Dia yang menemani hari-hariku. Dia adalah orang yang selalu aku bangga-banggakan didepan semua orang. Seseorang yang memberiku perhatian lebih. 
Butuh waktu singkat untuk kami saling memahami satu sama lain. Butuh waktu singkat pula untukku tau kepribadiannya. 

Hari-hari kami terasa sangat bahagia. semua terasa lengkap. Aku terhibur dengan keberadaan dirinya. Aku sangat menyayanginya..

Sekitar dua bulan lebih aku telah bersamanya. Berkenalan dengan teman-temannya, dengan keluarga besarnya. Mengenali semua hal tentangnya. Aku baru menyadari ada sesuatu yang ganjil. Aku memang senang bisa bersamanya, aku memang menyayanginya, aku merasakan kehangatan bersamanya, namun ada sesuatu yang sulit untuk aku jelaskan. Aku pikir dia berbeda, dan dia memang benar-benar berbeda. Aku mengenal semua yang ada disekitarnya, namun dia tidak. Tidak keluargaku, tidak teman-temanku. Kehidupanku tidak mengenalnya. Yang mengenalnya hanya aku. Seorang Diri. Hanya diriku sendiri.

Aku mulai bosan menghadapi tingkahnya. Aku lebih sering mengabaikannya. Bahkan aku malas untuk mengetahui lebih banyak lagi tentangnya. 
Aku tak tahan dengan sikapnya yang pemaksa. Dia ingin aku hanya untuknya, dan hanya memperhatikannya tanpa aku merasakan hal yang serupa..
Aku tak mengerti, namun aku merasa aku belum sepenuhnya menuangkan rasaku untuknya. Aku masih melirik ke orang lain. Bahkan aku masih merindukan orang lain. Bukan dia. Aku justru mengejar orang lain,, Bukan dia. Bukan dia. sosok yang aku miliki saat ini. 
Entah mengapa, aku merasa tidak harus mengenalnya. Dia sosok yang membosankan bagiku sekarang.
Aku benar-benar tidak mengerti. Ini salah siapa? Apakah aku memang belum sepenuhnya mencintai dia? 
Aku tidak merasakan getaran yang sama saat aku dulu pernah benar-benar mencinta..



23/02/13

Yeah. that's difficult

Hari itu Rabu pagi, waktu aku sama temen-temen sekelas lagi seru-seruan.
Aku gatau ini cerita menarik or not.
Waktu itu  temen-temen cowokku (Adit sama Dwi) lagi sibuk-sibuknya ngejailin si Ichye yang lagi nyanyi, banyak si yang nyanyi. Cuma yang berhasil dijailin ya cuma Ichye aja.
Jadi waktu Ic masang aksi mangap alias nganga, Adit berhasil masukkin kapur ke mulutnya. Spontan Ic nguber-nguber mereka. Pas 3 kurcaci keluar, muncul pikiran licik dari temen gue satu lagi namanya Bagus. Gatau dapet ide darimana, dia ngumpetin tasnya Ic. Awalnya si dia mo nyimpen di belakang Loker di kelas gue. Tapi, tiba-tiba ada yang ngasih ide (kalo gak salah si Beko) buat naro di 'belakang kulkas' Belakang yah. Belakang! Eh.. si Bagus malah naro di dalemnya. Mana di freezer lagi. Kalo biasanya di rumah gue freezer isinya kalo gak minuman yang gue bekuin, es krim ato coklat. Skarang gue liat tas punggung mungil warna biru tua bertali kuning yang dimasukkin ke freezer. Kebawa suasana jadi semua yang ada di kelas ngikut-ngikut aja sambil ketawa-ketiwi. Tapi, sebelum itu ada yang nyambar juga bilang : kok di freezer? Dingin Loh. Tar beku. Ok, walopun itu gamungkin terjadi, tapi setidaknya kata-kata itu cukup jadi peringatan kan buat ngingetin si Cowok tukang masukkin tas ke freezer. But, He don't care u know? Dia tetep aja naro di freezer.

Ichye udah masuk kelas lagi. Trus dia bilangin ke kita-kita yang ada disitu, "ntar kalo Dwi masuk bilang kalo Ic nangis yah, sama adit juga.." . Masuklah si dua algojo itu. Mereka sempet bingung si ngeliat Ic udah nunduk ke meja (gimana ngejelasinnya yah? you know what i mean?). Terus Beko nyerocos deh bilang : "Wi, tadi Ichye bilang kalo ada kamu suruh bilang kalo Ichye nangis." otomatis kita semua ketawa, walopun sebenarnya gak lucu.

Kejailan mereka gak sampe dsitu aja. Gatau dapet ilham darimana, mereka malah nyoret-nyoretin mejanya Ic make kapur, terus dicolek-colekin ke mukanya Ic. Catet nih, yang punya kerjaan nyoret-nyoret : Dwi dan Bagus. Tanpa kita sangka, Ic yang tadinya pura-pura nangis jadi nangis beneran.
tring...tring..tring..
Guru Bahasa Indonesia masuk . Emang paling suka deh masuk waktu jam pelajaran mau abis.
Ngeliat Ningsih (maksud gue Ichye) nangis otomatis beliau nanya dong. Itu Rizkia(nama depannya) kenapa?
dan sebagian isi kelas ceplas-ceplos ngelapor dah tuh. Ningsih bangun trus ngajakin Beko ke kamar mandi. tau ah gue rada-rada lupa deh tu.

Beberapa saat kemudain, Ningsih baru nyadar kalo tasnya gak ada. Karna emang momentnya dia lagi sebel, dia laporin deh tu ke Bu guru. Sidang pun dimulai.
Sekelas gak ada yang mo ngaku. Karna emang bukan kerjaan kita semua kan?
Oiya gue lupa, pas itu gue lagi setengah sadar sama enggak. Soalnya gue sempat tidur beberapa menit. Yang gue tau semuanya pada nyalahin Bagus (gue juga sebel si sebenarnya, kasian kan kalo cuma satu yang disalahin). Lebih sebelnya lagi gue tuh, waktu bu guru nanyain bagus : Bagus, kok temen-temen nuduh ke kamu. Kamu nyimpan tasnya Ic?
Bagus jawab : Ndak bu, bukan saya.
Bu guru : trus kenapa mereka nyalahin kamu.
Bagus : ya saya ndak tau bu.
Bu guru langsung nyuruh Bagus maju ketempat beliau.
---
Abis itu gue gatau apa yang terjadi karena putri tidur ajakin gue buat jalan-jalan bareng. Gue baru bangun setelah Bagus ngambil tas dan balikin ke Ic. (setelah kejadian itu gue nanya ke temen-temen tapi gak ada yang tau buguru ngomong apa sama Bagus)

Jam istirahat tiba dan Ic gatau kenapa hari itu. Gue bingung apa yang terjadi sama rakyat-rakyat Prince&Princess di kelas gue hari itu. Ic jadi ngebet dan kekeh pengen ngelapor ke BK. Ngelaporin temen sendiri? Gak ada di Kamus kita. Baru ditambahin Ic hari itu. Akhirnya hari itu kelas gila kami kena kasus lagi dan harus berangkat ke ruang BK/BP ,,

Gue balik ke tidur gue yang super nyenyak lagi. Toh Prince&Princess di kelas gak ada yang tau kejadian apa yang terjadi di BK. 

Akhirnya Bagus balik sambil marah-marah. Apa yang ada didepannya rasanya mo dibanting aja, mo diancurin, diremes-remes, diremukin, dikunyah abis itu ditelen. Cewek-cewek yang respon langsung dibentak sama dia. Dia ngomong kira-kira gini : diam kalian..! Ntar aku ancurin ni kelas.
Tanpa disangka dan diduga sebelumnya, dia malah nendang bangku-bangku yang didepannya. Kebetulan hari itu kita abis praktek drama, jadi semua mejakursi dibikin rapet-rapet.. Jadi kalo ditendang satu?? 
Gue kaget tuh..!! Bangku yang ditendang mantul bangku yang lain dan kena ke gue.

Spontan gue ngamuk tuh.. Uwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...!!!!!!!!!
Lo ganggu tidur gue..!!!!!!!
Gue langsung bediri dan nyamperin dia,
gue : eh, kamu boleh marah sama Ic ya. Tapi jangan ngancurin kelas, jangan kenain ke semuanya!
Bagus : apa maksudmu? kamu mau apa?
gue yang rada-rada puyeng : kamu gausa marah-marah kyk gitu! Kamu pikir ini kelasmu aja apa?!
(Tangan bagus tiba-tiba gerak ke atas dan siap buat meluncur ke muka gue) Tapi gajadi si, alasannya? Jelaas karena gue cewek. *gila lagi-lagi hampir penyok ni muka. Waktu itu gue berantem juga sama POL PP di sekolah. Abis dia sih bikin gue sebel. 
Balik lagi ke Bagus dan gue yang lagi meledak-ledak kayak bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.
Bagus : aaarrghhhtt.. coba kalo bukan cewek!
Aku : Apa..?? Kamu tuh! Luarnya cowok, tapi jiwa cewek!!

Bagus pergi ninggalin gue ke kantin.

abis itu gue nangis. mungkin gara-gara terlalu emosi kali yaa... Dada gue rasanya nyesekkk senyesek nyeseknya nyesekk deh.. Gabisa nahan mata gue banjir..

Bel masuk. Pelajarannya Bhs.Inggris. Gurunya wali kelas gue. Bundanya Our KIngdom.
Beliau nanyain kenapa anak-anak kelas banyak yang ke BK tadi. temen-temen cerita.
Terus waktu ngeliat gue yang sesegukan Buguru nanya kenapa.
Teman-teman pun bercerita kembali. Tapi bagian hampir bonyoknya gak lulus sensor. 
Buguru langsung nanya ke Bagus.
"Kamu lagi ada masalah?"
Bagus : gak bu. Saya cuma kesel, mereka semua egois. Mau enaknya aja. Giliran disalahin cuma saya sendiri.

gue sebenarnya setuju banget sama kata-katanya Bagus. Gue setuju banget Go! Ciyuuss deh:)
Abis temen-temen cewek gak ada yang ngaku. Tapi, ada tapinya
Bagus awalnya udah kita peringatin kan? Tapi Bagus malah nyalahin kita dan bilang kalo kita gak ngomong apa-apa dan setuju-setuju aja sama ide nakalnya dia itu.
Abis itu Buguru langsung ngasih nasehat yang gatau berapa persen siswa yang dengerin

***

Udah, intinya disini gue nyadar lagi kalo ternyata bangun kekompakkan itu emang sangat-sangat-sangat susah-sulit-sukar-difficult... Liat kan kejadian di atas?
itu deh. saling nyalahin satu sama lain. gada yang mau disalahin. semua punya statement bela diri masing-masing.
***

Eit..eit..
okelah mungkin hari itu kami semua lagi pada konslet. Prince&Princess lagi error kayaknya tuh.
Besoknya, kita semua balik lagi kok:))
ketawa-ketawa lagi. Baikan. Saling nyapa. Cerita-cerita. Seru-seruan.
dan untungnya Permusuhan gue sama Bagus gak berlanjut.
Besoknya kita langsung baikan kok. Eh, kayaknya kita gapernah marahan deh?
Kita ngobrol lagi kok. Malah lebih deket..

**

Bentar lagi kita mau pisah lo guys,,
aku gamau kita kacau lagi. Ntar gamungkin kita sekelas lagi. Gamungkin sama rasanya. Ntar kita bakalan punya kisah baru masing-masing.
Jadi tolong, jangan bermasalah lagi. Semakin kesini, kita harus makin kompak. saling menyayangi.

We Love each other kan? :')





19/02/13

Happy Birthday Ma beLovaa~

SurpriseParty/anggiaafbrn's 15 YO/happybirthdaaaay

Jadi, tanggal 17 kemaren temen aku ulang tahun. Her name is AnggiaFbrn. Umurnya udah naik LimaBelas. Happy Birthday sayangku,cantikku,muachmuach *oke berlebihan. uwekss!!
Tapi sayangnya aku gak ikutan menodainya. (what?) . Maksud gue adat lemparin terigu gitu.

Yep! ini dia
cekidot.

ucapan dari Aku, Ic, sama Anggun



waLaa.. This is it !
the Birthday Girl

Malemnya Aku, Ic, Anggun + satu lagi tmn aku Wila
bikin surprise buat si Beko (panggilan akrab kita)

Kue sederhana, Tapi bermakna. Right? :)

saLah satu foto waktu ber"eksperimen"
buat bikin sesuatu yang speciaL


Kurcaci-kurcaci yang bikin surprise !!


Marked : [AnggiAnggUnIchye]

13/02/13

With my Besties, Bestfriend, Friendship ♥









Marked : Anggun Meilinda Alif Fatali, Izzanti Wilayatil Hady, Nada Fitri Zakiyah, Amelia Nanda Puji Astuti

28/01/13

SB & Math All day

Aku lagi capek nih. Sangat-sangat capek.
Tapi, ditengah-tengah keCapekan ku, aku lagi mikir. Coba aja kalo seharian aku sekolah cuma belajar seni budaya (materinya nyanyi) sama matematika aja (dikit ajaaa).. Terus pelajaran yang lain selingan aja kayak pemantapan yang tiap hari dilaksanain di sekolahku. Pasti gak akan secapek ini. TIDAK AKAN SELELAH INI!!

Gila, bayangin aja. Waktu otak gue lagi soak gue dipaksa ngapalin, ngertiin pelajaran yang jelas-jelas gapernah gue suka. Belum lagi kalo gurunya kurang srek di gue. Ngeness banget tauk -___-

Beberapa waktu yang lalu, gue dengerin soundcloudnya Om Deddy Corbuzier yang judulnya "Pentingkah Sekolah?" Isinya tuh ngejelasin tentang kesalahan-kesalahan yang banyak terdapat di sekolah.
Tapi, bukan berarti beliau menganjurkan kita untuk berpemahaman bahwa sekolah itu gak penting. Cuma, beliau memperjelas hal-hal apa saja yang sebenarnya gak penting-penting amat buat kita dapat di sekolah.

dan gue setuju banget sama kata-katanya yang kurang lebih isinya gini:
"coba aja di sekolah suru guru matematika kerjain soal geografi, saya berani jamin guru tsb salah atau bahkan tidak bisa menjawab" dan gitu juga guru-guru lainnya.
Guru cuma maksa siswa buat jadi guru lagi. begitu seterusnya.

Bentar lagi mau ujian dan bentar lagi gw mo masuk SMA. Gw bingung mo masuk SMA mana. Gue masih ngeraguin kualitas gue ntar kalo udah masuk situ. Banyak banget pilihannya. Gak kayak pas masuk SMP dulu. Pilihan gue langsung aja ngarah ke SMP 1 tempat gue sekolah sekarang. Lah SMA? Gue jadi gak pengen sekolah -___________-

Gue juga masih bingung, tar kalo gede gue mo jadi apa? Gue bisa sukses gak ya? ( Semoga bisa dan harus bisa!!)  dan kalopun sukses, suksesnya dibidang apa yaa? Gue gatau kemampuan gue dibidang mana. Gue gatau gue cocoknya kemana.
Dan gue juga gatau kenapa bisa daritadi gue nulis pake sebutan GUE. Padahal awalnya pake AKU. Padahal juga gue bukan orang Betawi dan gak ada darah Betawi sedikitpun. Bodo' ah.

Ok mari kita lanjutkan lagi. Walaupun tulisan ini semakin lama semakiin ngawur.
Intinya gue capek pelajarin hal-hal yang menurut gue gak asik. Gue pengen tau gue itu pinternya dimana sih?

Eh iya, tau gak? (ya gatauLah, orang aku belum ngasih tau)
Dirumah, mama lagi gak ada. Jadi di rumah cuma sisa aku sama Bapak. Kadang adek sepupu aku dateng si. dan Tau gak gimana repotnya gue ngurusin rumah? Padahal gue lagi sibuk-sibuknya sama tugas sekolah. Eh malah jadi ngerjain kerjaan ibuRUMAHtangga. Repot banget, capek, pegel, semua deh.. Mending ngurusin diri gue sendiri. Ini mesti ngurusin Bapak. Nyiapin makanan, nyuci, bikinin teh, segala macem. Capek banget. Dan hal ini bikin gue terpaksa bangun lebih pagi dari sebelumnya. Bikin gue terpaksa mutilasi mimpi indah gue tiap malem.

Udah yee.. Gue mo mandi duLu. Papaaiiyyy~

11/01/13

HNY

Walllaaaaa.. Happy New Year !!!! \(^o^)/
Hehehe.. udah telat 10 hari si, sepuluh menjelang sebelas tepatnya. Tapi gapapaLah, yang penting kan masih baru :)) .
and, what we'll discuss this time ??????

Emm,, mari kita bahas pengharapan-pengharapan ditahun 2013 .  Sebenarnya gue gapernah harap banyak si, karena setiap tahun buat gue itu sama. Tinggal bagaimana cara kita membuat segalanya lebih berwarna. Right?
Karena sekarang udah 2013, itu pertandanya kalo UJIAN udah makin dekat. WOWWowWoW ... Kadang-kadang kalo ngebayangin suka takut sendiri sii.. Tapi abis itu, nyantai lagi deh. Jalani aja kayak air mengalir.
Jadi, pengharapan terbesar gw awal tahun ini yaitu Lulus ujian dengan nilai yang memuaskan. Yaa, semua orang yang bakal hadepin ujian pastiLah berdo'a yang mirip-mirip gitu sama gw. But, It also depends on the business and our resolve, Brayy..
Makanya itu, gue berdo'a sama Tuhan. Semoga gw gajadi orang yang cuma bisa berdo'a tanpa usaha. Ce'ilah...

Hmm.. *flashback
tahun 2012 banyak banget kenangan indah dihidup gue. Disitu tuh hidup berasa bedaa banget. Ya gak beda-beda banget si. Karena seperti yang w bilang tadi, tiap tahun bagi gw sama aja.
Tapi, tahun ini tuh rasanya berkesaaaaaaaan banget. Bermaknaaaa banget. Ditahun ini nih, gw melihat segelintir orang yang benar-benar berarti dihidup gw dan begitu juga sebaliknya.
Ditahun ini juga, gw baru ngerasain gimana rasanya disakitin cowok.. well, gw gatau ya. Rasanya tuh, kyk gue kejebak, gue kesihir. I don't know what the exact. Disini gue ngerasain apa yang sahabat gue pernah rasain. Disini juga, gue ngerasa pertemanan gue yang semakin erat. Disini juga gue ngerasain berjuta-juta konflik..
fiiuuh.. whatever -___-
Yang penting semua bisa gue jalani dan gue lewatin dengan lancaaar dan semoga New year can be better ~

Happy New Year Mama, Bapak, Abang.
Happy New Year My Home
Happy New Year CUBE "AnggiAnggUnIchye"
Happy New Year My Crazy Class :p
Happy New Year My School, My Friend.
Happy New Year Sumbawa Besar.
Happy New Year NTB
Happy New Year Indonesia
Happy New Year World !!!!