16/03/13

Siapa Yang Salah?

Aku dan cintaku
Dia dan cintanya
Aku mencintainya dan aku lelah
Sedikit nakal aku bermain dalam kejenuhanku
Mencoba meramba pelan mencari sesuatu yang baru
Sesuatu yang membuatku menenggelamkan bosanku
Jika seperti ini, siapa yang bersalah?
Aku dan kelelahanku, atau dia yang membuatku lelah?
Aku dan kejenuhanku, ataukah dia yang membuatku jenuh?
Aku sakit namun tak sanggup untuk berpaling
Aku lelah namun tak sanggup untuk pergi
Aku terluka namun aku mencinta
Mencinta pada dia
KEKASIH JIWA YANG MEMBUATKU LELAH...

Apa yang bisa dikatakan lagi jika hati mulai menatap lebih jauh?
Ketika tempat berpijak tak sanggup atau mungkin tak mau lagi menopang, apa salah mencari pijakan yang lain?
Aku hanya ingin seseorang mendampingiku, menopangku. Karena bisa saja aku lengah, bisa saja aku jenuh, dan lemah menghadapi dunia yang penuh misteri ini...
Entah apa rencana Tuhan untukku kali ini, sehingga DIA enggan melepas rasa yang melekat dihatiku. Yang tak bisa aku lepaskan meski seribu pedang menyayatku sekalipun.

---

Ujian Praktek gueeeee.....


Helooow... aku mo ngasi kabar ya kalo aku baik-baik aja, xixixi:D .Cuma lagi sibuk-sibuknya mo ujian ni. Do'ain yeee :)

"keseruannya a day musician. cekidot! :))"









Pak Teguh :'

















  Pak Guru {} . Makasih udah ngajarin kami, Pakk :) [Pak Wawan]

















What do you think about us? What do you think about me? About my expression? about my style? all about us?

02/03/13

Apakah aku sudah benar merasakan?

Aku kembali lagi memberanikan diriku untuk masuk ke dunia itu. Dunia yang membuat banyak orang gila karenanya, membuat orang tidak lagi menggunakan logikanya untuk berpikir, dunia yang membuatku merasakan suatu hal yang aneh dan susah untuk dijelaskan.

Ya.. Rasa yang mempertemukanku dengan seseorang yang berhasil menarik perhatianku. Yang membuatku berhasil jatuh ke pelukannya. Walaupun aku tau, banyak yang mengecamku. Walaupun aku tau, jika semuanya terungkap aku akan mendapatkan resiko besar. Tapi aku memutuskan untuk bersamanya.
Lelaki yang sempat aku lihat beberapa waktu lalu, secara tak sengaja aku memandangnya. Entah, saat itu ia memerhatikanku atau tidak. Aku tak tau jelasnya, namun sepertinya saat itu dia membuatku tertarik. 

Saat itu aku tidak menggubris perasaanku, aku tidak peduli. Bahkan aku berpikir ini hanya perasaan biasa. Namun, saat aku melihatnya, aku bahkan dengan beraninya mengatakan bahwa aku bisa memilikinya, Lelaki itu. Padahal jelas, namanya saja aku tak tau. 

Selang beberapa waktu, aku mendapatkan informasi tentangnya, aku tau namanya. Ternyata dia bukanlah orang yang jauh. Dia dekat, dekat denganku.. Sejak saat itu aku sering bertemu dengannya, sering berpapasan dengannya, bahkan mata kami kerap kali berpapasan. 

Aku tak tau, apakah dia ingin tau tentangku atau tidak. Apakah dia peduli denganku atau tidak. 
Hari demi hari berganti, aku sempat melupakan perasaanku. Aku menemukan laki-laki lain yang mampu mengisi hari-hariku, yang ada saat aku butuh, yang benar-benar baik untukku. Aku benar-benar lupa padanya. Aku bahkan tidak ingin tau lagi tentangnya. 

***
Tuhan mengatur semuanya.. Waktu mempertemukan kami kembali. HIngga akhirnya Tuhan mempersatukan kami. Aku dan dia menjalin hubungan.

Semuanya terasa indah, menurutku dia berbeda. Dialah yang aku inginkan. Dia yang istimewa, dia yang aku butuhkan. Dia yang mengajariku banyak hal. Dia yang menemani hari-hariku. Dia adalah orang yang selalu aku bangga-banggakan didepan semua orang. Seseorang yang memberiku perhatian lebih. 
Butuh waktu singkat untuk kami saling memahami satu sama lain. Butuh waktu singkat pula untukku tau kepribadiannya. 

Hari-hari kami terasa sangat bahagia. semua terasa lengkap. Aku terhibur dengan keberadaan dirinya. Aku sangat menyayanginya..

Sekitar dua bulan lebih aku telah bersamanya. Berkenalan dengan teman-temannya, dengan keluarga besarnya. Mengenali semua hal tentangnya. Aku baru menyadari ada sesuatu yang ganjil. Aku memang senang bisa bersamanya, aku memang menyayanginya, aku merasakan kehangatan bersamanya, namun ada sesuatu yang sulit untuk aku jelaskan. Aku pikir dia berbeda, dan dia memang benar-benar berbeda. Aku mengenal semua yang ada disekitarnya, namun dia tidak. Tidak keluargaku, tidak teman-temanku. Kehidupanku tidak mengenalnya. Yang mengenalnya hanya aku. Seorang Diri. Hanya diriku sendiri.

Aku mulai bosan menghadapi tingkahnya. Aku lebih sering mengabaikannya. Bahkan aku malas untuk mengetahui lebih banyak lagi tentangnya. 
Aku tak tahan dengan sikapnya yang pemaksa. Dia ingin aku hanya untuknya, dan hanya memperhatikannya tanpa aku merasakan hal yang serupa..
Aku tak mengerti, namun aku merasa aku belum sepenuhnya menuangkan rasaku untuknya. Aku masih melirik ke orang lain. Bahkan aku masih merindukan orang lain. Bukan dia. Aku justru mengejar orang lain,, Bukan dia. Bukan dia. sosok yang aku miliki saat ini. 
Entah mengapa, aku merasa tidak harus mengenalnya. Dia sosok yang membosankan bagiku sekarang.
Aku benar-benar tidak mengerti. Ini salah siapa? Apakah aku memang belum sepenuhnya mencintai dia? 
Aku tidak merasakan getaran yang sama saat aku dulu pernah benar-benar mencinta..